Aksi Bersih Lingkungan SMPN 2 Lumajang: Ciptakan Sekolah Asri Jelang Lebaran

Menjelang hari raya Idul Fitri, semangat untuk menyambut kemenangan sering kali diekspresikan dengan berbagai cara. Bagi keluarga besar SMPN 2 Lumajang, menyambut hari raya tidak hanya dilakukan dengan persiapan mental dan spiritual, tetapi juga dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Melalui Aksi Bersih Lingkungan yang dilaksanakan secara serentak, warga sekolah bahu-membahu menata dan merawat setiap sudut kampus agar tampak lebih rapi dan nyaman. Kegiatan ini merupakan inisiatif untuk ciptakan sekolah yang asri, sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan di tengah rutinitas puasa yang padat.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari siswa, guru, hingga staf pendukung lainnya. Kerja bakti dimulai dari membersihkan area ruang kelas, taman depan sekolah, hingga selokan di sekitar gedung. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tugas yang berbeda untuk memastikan setiap sudut sekolah tertangani dengan maksimal. Mereka tampak antusias meski sedang berpuasa. Semangat gotong royong yang terpancar menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik saat berpuasa bukanlah penghalang untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi lingkungan.

Upaya jelang Lebaran ini juga menjadi sarana untuk mendidik siswa agar memiliki gaya hidup bersih. Pihak sekolah menekankan bahwa lingkungan yang bersih akan berdampak positif pada kesehatan fisik dan konsentrasi belajar. Selama pandemi atau masa transisi, isu kebersihan memang menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, kegiatan ini bukan sekadar menata taman agar indah dipandang mata, tetapi juga upaya pencegahan penyebaran kuman dan menciptakan suasana belajar yang higienis. Lingkungan yang asri terbukti mampu memberikan ketenangan pikiran, terutama saat siswa harus menghadapi persiapan penilaian akhir tahun setelah libur Idul Fitri nantinya.

Guru-guru SMPN 2 Lumajang juga memanfaatkan momen ini untuk memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah. Siswa tidak hanya diminta membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mulai belajar memilah antara sampah organik dan anorganik. Dengan mempraktikkannya langsung di sekolah, diharapkan kebiasaan baik ini dapat terbawa hingga ke rumah masing-masing. Ketika siswa terbiasa hidup bersih, maka budaya peduli lingkungan akan terbentuk secara alami. Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam.