Membangun Karakter Unggul: Peran Guru-Orang Tua di Era Digital

Perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital membawa tantangan tersendiri dalam pendidikan anak. Gawai dan media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, membentuk cara berpikir dan perilaku mereka. Di tengah kondisi ini, kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi sangat penting untuk membangun karakter unggul pada anak, membekali mereka dengan nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial yang kuat agar tidak kehilangan arah.

Peran guru di sekolah tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga sebagai pendidik yang menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan empati. Pada hari Rabu, 17 September 2025, Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengadakan lokakarya bagi para guru SMP se-Surabaya, dengan fokus pada pendidikan karakter di era digital. Kepala Dinas Pendidikan, Bapak Dr. Dwi Prasetyo, dalam sambutannya menyatakan bahwa kurikulum yang adaptif dan pendekatan yang personal sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini. Ia mencontohkan, sekolah-sekolah kini didorong untuk mengintegrasikan etika digital ke dalam materi ajar, seperti bahaya cyberbullying dan pentingnya menjaga privasi di internet.

Namun, pendidikan di sekolah saja tidak cukup. Peran orang tua di rumah juga sangat menentukan. Lingkungan keluarga adalah tempat di mana nilai-nilai dasar pertama kali diajarkan dan dipraktikkan. Orang tua perlu menjadi contoh yang baik dalam penggunaan teknologi dan berkomunikasi secara terbuka dengan anak-anak mereka. Menurut data dari sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Psikolog Indonesia pada 10 Oktober 2025, 75% remaja yang memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan orang tua cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Data ini dikumpulkan di 500 keluarga di berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Barat.

Untuk membangun karakter unggul secara sinergis, kolaborasi antara guru dan orang tua harus terjalin dengan baik. Pertemuan rutin, grup komunikasi, dan program sekolah-rumah adalah beberapa cara untuk mewujudkannya. Pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025, sebuah pertemuan wali murid diadakan di SMP Negeri 25 Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, para guru dan orang tua berdiskusi tentang strategi efektif mengawasi penggunaan gawai pada anak, serta cara mendorong anak untuk mengembangkan minat di luar gawai, seperti membaca buku atau berolahraga.

Pihak keamanan, dalam hal ini Kepolisian Resor (Polres) setempat, juga menyadari pentingnya kolaborasi ini. Pada tanggal 5 November 2025, Polres Jakarta Selatan melakukan sosialisasi di SMPN 25 Jakarta tentang bahaya penyalahgunaan narkotika dan pornografi online. Petugas Bhabinkamtibmas, Aipda Agus, memberikan penyuluhan kepada para siswa dan orang tua, menekankan pentingnya peran orang tua dalam pengawasan.

Dengan demikian, membangun karakter unggul di era digital bukanlah tugas yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan kolaborasi yang kuat antara guru dan orang tua, serta dukungan dari berbagai pihak terkait, kita bisa memastikan bahwa generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepribadian yang kokoh.