SMPN 2 Lumajang membuktikan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui inovasi Pengolahan Sampah Organik. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun kering, seringkali menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan sampah. Ini adalah langkah maju dalam menanamkan kesadaran lingkungan dan menciptakan sekolah yang lebih hijau dan bersih.
Setiap hari, sampah organik dalam jumlah besar dihasilkan dari kantin sekolah dan lingkungan sekitar. Jika dibiarkan menumpuk, ini akan menimbulkan bau tak sedap dan menarik hama. Pengolahan Sampah Organik di SMPN 2 Lumajang hadir sebagai solusi. Siswa diajarkan untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, memisahkan antara sampah organik dan anorganik.
Dalam program Pengolahan Sampah Organik ini, siswa diajarkan berbagai metode pengolahan. Salah satu yang paling populer adalah pembuatan kompos. Sisa-sisa makanan dan daun kering diolah menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi. Pupuk ini kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di kebun sekolah, menciptakan siklus yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Selain kompos, beberapa kelompok siswa juga bereksperimen dengan metode biopori dan takakura composter. Inovasi ini mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan mencari solusi yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah mereka. Guru-guru IPA dan Pendidikan Lingkungan Hidup berperan aktif membimbing siswa dalam setiap tahapan proyek, memastikan proses belajar yang efektif.
Dampak positif dari Pengolahan Sampah Organik ini sangat signifikan. Volume sampah yang dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) berkurang drastis, mengurangi beban lingkungan. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, asri, dan sehat. Kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah juga meningkat secara nyata. Mereka menjadi agen perubahan yang peduli.
Program ini tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. SMPN 2 Lumajang juga berencana untuk mensosialisasikan praktik Pengolahan Sampah Organik ini kepada masyarakat sekitar. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, diharapkan masyarakat juga terinspirasi untuk mengelola sampah organik di rumah tangga masing-masing, menciptakan dampak positif yang lebih luas di Lumajang.
