Salah satu metode penggalangan dana yang paling efektif dan konsisten adalah melalui Kotak Amal OSIS. Kotak ini ditempatkan strategis di area sekolah, mendorong partisipasi harian dari seluruh warga sekolah. Uang receh yang terkumpul rutin disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan.
Sebagai daerah yang berdekatan dengan aktivitas gunung berapi, SMPN 2 Lumajang menanamkan budaya siaga bencana dan kepedulian sosial yang tinggi. Inisiatif kemanusiaan sering kali digerakkan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ini menunjukkan peran aktif siswa dalam respons sosial.
Ketika bencana melanda, seperti erupsi atau banjir, Kotak Amal OSIS menjadi pusat pengumpulan donasi spontan. Aksi ini melibatkan guru, staf, dan seluruh siswa. Setiap donasi, sekecil apa pun, diolah menjadi bantuan nyata yang dapat meringankan beban korban bencana di wilayah Lumajang.
Kegiatan penggalangan dana ini dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter. Siswa belajar tentang manajemen keuangan sosial, akuntabilitas, dan empati. Mereka tidak hanya menyumbang, tetapi juga terlibat aktif dalam proses penghitungan dan penyaluran dana.
Melalui briefing dan sosialisasi rutin, OSIS memastikan bahwa setiap siswa memahami pentingnya bantuan yang mereka berikan. Mereka menunjukkan bagaimana dana dari Kotak Amal OSIS diubah menjadi logistik, selimut, atau makanan siap saji bagi para pengungsi.
Kerja sama antara OSIS dan Palang Merah Remaja (PMR) sekolah sangat penting dalam aksi ini. PMR menangani aspek logistik dan keamanan, sementara OSIS fokus pada penggalangan dana dan sosialisasi. Kolaborasi ini menjadikan aksi kemanusiaan menjadi terstruktur dan cepat tanggap.
Penggunaan Kotak Amal OSIS juga mengajarkan nilai transparansi. Laporan hasil penggalangan dana diumumkan secara berkala di mading atau media sosial sekolah. Hal ini membangun kepercayaan komunitas sekolah terhadap integritas manajemen OSIS.
Penggalangan dana kemanusiaan ini bukan hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga tentang memupuk solidaritas kolektif. Sekolah berhasil membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian dapat tumbuh subur di lingkungan pendidikan.
Dengan dedikasi para siswa dan dukungan guru, SMPN 2 Lumajang berhasil menjadi garda terdepan kepedulian sosial di wilayahnya. Mereka memastikan bahwa tidak ada korban bencana yang merasa sendiri, karena pelajar Lumajang selalu siap membantu sesama.
