Di tengah isu pemanasan global dan kebutuhan akan sumber energi alternatif, siswa-siswi SMPN 2 Lumajang menunjukkan langkah nyata yang menggugah melalui proyek inovatif mereka. Sekolah yang berada di daerah penghasil kopi ini berhasil menciptakan sebuah model yang mengubah limbah kopi menjadi sumber energi terbarukan, membuktikan bahwa inovasi berbasis lingkungan dapat lahir dari bangku sekolah menengah pertama.
Proyek ini berawal dari observasi sederhana tentang banyaknya sisa ampas kopi (spent coffee grounds) dari kafe dan industri rumahan di sekitar Lumajang yang dibuang begitu saja. Siswa-siswi, di bawah bimbingan guru sains mereka, melihat potensi tersembunyi dalam limbah kopi tersebut. Melalui serangkaian eksperimen di laboratorium sekolah, mereka menemukan bahwa ampas kopi kering memiliki nilai kalori yang tinggi dan dapat diproses menjadi briket biomassa yang efisien. Ini merupakan langkah cerdas untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus menciptakan energi terbarukan dari bahan yang sebelumnya dianggap sampah.
Proses pengolahan limbah kopi menjadi briket biomassa melibatkan beberapa tahapan: pengeringan ampas kopi, penghalusan, pencampuran dengan perekat alami (seperti pati sagu), dan pencetakan di bawah tekanan tinggi. Briket yang dihasilkan terbukti memiliki laju pembakaran yang stabil dan menghasilkan asap minimal, menjadikannya alternatif yang lebih bersih dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil atau bahkan kayu bakar tradisional. Inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah penumpukan limbah kopi, tetapi juga memberikan solusi energi terbarukan yang berkelanjutan dan ekonomis bagi masyarakat setempat.
Dampak proyek ini meluas melampaui batas laboratorium. Selain meraih berbagai penghargaan di kompetisi sains, proyek ini juga berhasil menjalin kemitraan dengan beberapa kafe lokal, menciptakan siklus ekonomi sirkular mini di mana limbah kopi mereka kini memiliki nilai jual. Inisiatif ini berfungsi ganda: sebagai laboratorium hidup bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan sebagai sarana edukasi lingkungan bagi komunitas yang lebih luas mengenai potensi energi terbarukan. SMPN 2 Lumajang berhasil menanamkan pemikiran kritis dan kesadaran lingkungan kepada siswanya, membuktikan bahwa solusi inovatif untuk masalah global seringkali ditemukan di sumber daya lokal yang terabaikan, dan bahwa limbah kopi yang selama ini dibuang ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber energi terbarukan di masa depan.
