Di tengah maraknya penggunaan bahan kimia sintetis dalam keperluan rumah tangga, SMPN 2 Lumajang mengambil langkah berani dengan mencanangkan gerakan Zero Chemical School. Gerakan ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan bebas dari residu kimia berbahaya. Salah satu proyek unggulan yang menjadi pusat perhatian adalah keberhasilan para siswa dalam menciptakan berbagai jenis Pembersih Alami. Melalui eksperimen sains yang kreatif, mereka berhasil membuktikan bahwa bahan-bahan organik yang ada di sekitar kita memiliki kekuatan pembersih yang tidak kalah efektif dibanding produk pabrikan.
Eksperimen ini dimulai dari kegelisahan para guru dan siswa akan banyaknya penggunaan karbol dan sabun pembersih lantai yang beraroma menyengat dan berisiko bagi pernapasan serta kesehatan kulit. Di laboratorium sederhana SMPN 2 Lumajang, siswa mulai meneliti potensi kulit buah-buahan, seperti kulit jeruk dan lemon, serta pemanfaatan lerak. Mereka melakukan proses fermentasi yang dikenal dengan istilah eco-enzyme. Proses ini memakan waktu beberapa bulan, namun hasilnya sangat memuaskan. Cairan hasil fermentasi tersebut terbukti ampuh mengangkat noda dan membunuh kuman tanpa meninggalkan jejak kimia yang merusak lingkungan.
Selama proses Eksperimen berlangsung, siswa belajar banyak tentang reaksi kimia organik secara mendalam. Mereka tidak hanya mencampurkan bahan, tetapi juga mencatat variabel-variabel tertentu seperti suhu, kadar gula dalam limbah buah, dan waktu fermentasi yang ideal. Hal ini melatih ketelitian dan kesabaran siswa dalam melakukan riset ilmiah. Pembelajaran IPA menjadi sangat hidup karena mereka melihat langsung hasil dari teori yang mereka pelajari di buku teks. Mereka menjadi ilmuwan cilik yang memiliki misi besar untuk menyelamatkan ekosistem sekolah dari paparan zat beracun.
Penggunaan pembersih alami ini kini telah diimplementasikan secara menyeluruh di lingkungan sekolah. Setiap pagi, petugas kebersihan sekolah menggunakan cairan ramah lingkungan hasil karya siswa untuk mengepel lantai, membersihkan kaca, hingga membersihkan toilet. Udara di ruang kelas pun terasa lebih segar karena tidak lagi tercium aroma kimia yang tajam. Bagi para Siswa, melihat hasil karya mereka digunakan secara praktis untuk kepentingan bersama memberikan rasa bangga yang luar biasa. Ini adalah bentuk nyata dari pembelajaran berbasis proyek yang memberikan solusi langsung terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.
